Finalis Konvoi dan Unjuk Kabisa
24 Nov '08, 04:29 pm - by 0
Finalis Mojang Jajaka Jawa Barat 2008 pada minggu (23/11), pagi diarak keliling kota Bandung. Sebelumnya pada Sabtu malam seluruh finalis Moka Jabar ini melaksanakan Table Maner di hotel Savoy Homann Bandung.
Selama perjalanan, sambutan hangat dari warga Bandung diberikan kepada par duta pariwisata dan budaya Jabar. Suasana meriah dan cukup memecetkan jalan yang dilalui karena mereka dikawal oleh salah satu klub motor dan mobil serta kepolisian Kota Bandung.
Pawai moka itu melewati ruas jalan kota Bandung yang dimulai di tempat karantina menuju Taman Budaya di wilayah Dago, Bandung. Perjalanan yang memakan waktu sekitar satu setengah jam ini tidak membuat calon duta Pariwisata dan Budaya Jabar lelah. Malah setiap sambutan dan lambaian tangan dari warga Bandung tetap dibalas dengan senyuman khas mojang dan jajaka Parahyangan.
Tiba di Taman Budaya, seluruh finalis menampilkan Unjuk Kabisa Setiap finalis menampilkan kesenian khas daerah masing-masing, berupa tarian, seni musik dan kesenian lainnya. Menurut Kooordinator Unjuk Kabisa, Nana Munajat Dahlan, “Kegiatan Unjuk Kabisa merupakan salah satu kegiatan yang penting dan harus diikuti oleh seluruh calon duta Pariwisata dan Budaya Jawa Barat,” Pemerhati kebudayaan ini menjelaskan jika kegiatan ini sangat penting bagi finalis Moka karena calon duta Pariwisata dan Budaya harus bisa dan mengetahui semua kebudayaan dan Pariwisata di Jawa Barat.
Selain harus bisa dan mengetahui budaya, “Setiap finalis harus dekat dengan budayanya masing-masing,” lanjut Nana. Dari seluruh penampilan Unjuk Kabisa ini Nana mengatakan cukup bagus. “Tapi jika setiap peserta dalam Unjuk kabisa dilatih lebih lama, penampilannya akan lebih bagus lagi,” lanjutnya.
Unjuk Kabisa ini dipertontonkan dihadapan juri untuk dinilai. Selain juri, Unjuk Kabisa ini juga ditonton oleh supporter dari daerah masing-masing finalis. Tentunya seluruh finalis harus menampilkan performan yang menghibur dan menarik. Namun ada saja yang gugup dan gemetar dari finalis Moka. “Perasaan gugup dan grogi emang ada, tapi itu semua harus dilawan. Tapi dibuat nyaman aja agar penampilan dipanggung tidak berantakan,” bilang Didi Jajaka asal Kab. Karawang. Namun yang terpenting, didi menambahkan, jika meeka semua saling dukung. Dari keseluruhan penampilan, seni tari yang mayoritas di tampilkan. (Mkjbr 04).








