SMS Center 6768. Informasi Moka: REG [Spasi] MOKA, kirim ke 6768. Contoh: REG MOKA. Pilih Mojang dan Jajaka favoritmu. Caranya: MOKA [spasi] Nama Finalis. Contoh: MOKA MAYA

Berita

TUGAS TAMBAHAN MENULIS DESKRIPTIF (TIDAK WAJIB)

17 Nov '08, 09:23 am - by 0

MENULIS merupakan proses penyampaian gagasan, pesan, sikap dan pendapatnya kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca.

Salah satu bentuk tulisan adalah deskripsi. “Bentuk wacana yang berusaha menyajikan objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada didepan mata kepala pembaca dan pembaca seakan-akan melihat sendiri objek itu” (Cory Keraf, 1999 : 16)

 

Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis deskripsi kecakapan seseorang menyampaikan gagasan, pesan, sikap dan pendapatnya kepada orang lain tentang suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa. Sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca dan pembaca melihat sendiri objek itu.

 

Deskripsi memberi suatu citra mentala mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya objek wisata, peristiwa seni ataupun budaya. Fungsi utamanya adalah membuat para pembacanya diajak melihat  apa yang dilihat, dirasakan dan dialami oleh penulisnya. Deskripsi membuat kita melihat visualisasi mengenai objeknya. Secara kasar dapat dikatakan deskripsi memusatkan uraiannya pada penampakan peristiwa, sedangkan eksposisi memusatkan uraiannya pada wujud peristiwa. Dalam deskripsi kita melihat objek garapan secara hidup-hudip dan konkret, kita melihat objek secara bulat,  sementara eksposisi tidak.

 

Sebuah deskripsi suatu objek wisata, peristiwa seni dan budaya di suatu daerah, bukan hanya sekedar bercerita atau menggambarkan kondisi topografi, tetapi juga berkenaan dengan berbagai keistimewaan umum dan suasana lokal yang menarik. Oleh karena itu deskripsi memberi perhatian pada penampilan yang khas dari objeknya dan terpaut dengan aspek-aspek yang unik.

 

Sebaliknya eksposisi biasanya memaparkan pada hal umum dan hal ini  dapat dibatasi. Dengan demikian deskripsi akan meninggalkan ide mengenai wujud dan susunannya karena hubungannya dengan indera dan pencitaan sehingga deskripsi diklasifikasikan sebagai tulisan kreatif.

 

Secara singkat deskripsi bertujuan membuat para pembaca menyadari dengan hidup-hidup tentang apa yang diserap penulis melalui pancaindranya, merangsang pembaca mengenai apa yang digambarkannya, menyajikan suatu kwalitas pengalaman langsung. Objek yang dideskripsikan memungkinkan sesuatu yang bisa ditangkap dengan pancaindra kita, sebuah pemandangan alam, jalan – jalan pedesaan, perangai seniman, kehidupan seniman, permainan musik berikut keindahan memainkannya, suka duka menjadi seniman (bisa berupa keputusasaan) dan sebagainya. Jadi diskripsi selalu menyangkut kebulatan, walaupun hanya sebagaian dari keseluruhan, bukan ciri individual.

 

Menulis deskripsi lebih menekan pengungkapannya melalui rangkaian kata-kata. Untuk membuat deskripsi yang baik penulis mengadakan identifikasi terlebih dahulu. Dengan mengenal ciri-iri objek penulis dapat menggambarkan secara verbal objek yang ingin diperkenalkan kepada pembaca, misalnya “ Objek wisata Gunung Gede Pangrango masuk ke tiga wilayah, yaitu Kab. Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Terdapat sejumlah objek wisata, yang paling banyak dikunjungi Taman Hutan Raya Cibodas yang dapat dituju melalui Jalan Raya Cipanas Cianjur,……..”  atau “Tubuhnya yang ringkih dengan tubuh tinggal tulang berbalut kulit keriput tidak dapat menyembunyikan usianya yang sudah sepuh. Tapi diusia senjanya Mimi Rasinah tetap menjalani profesinya sebagai penari topeng Dermayu dan mencoba menularkannya ke anak-anak……,”   dalam tulisan Taman Hutan Raya Cibodas diperoleh gambaran tentang lokasi dan rute jalan, sementara di tulisan Maestro Topeng Dermayu, diperoleh gambaran sosok Mimi Rasinah yang sudah tidak lagi muda.

 

Menulis deskripsi dengan mengidentifikasi objek dengan tujuan para pembaca mengenal objek dan merasa melihat objek. Dengan demikian pembaca walaupun tidak langsung berhadapan dengan objek atau tokoh  yang diperkenalkan, pembaca dapat mengetahui objek itu melalui uraian atau perincian yang diberikan oleh penulis melalui tulisannya. Karena yang digambarkan dengan kata-kata itu sama dengan kenyataan-kenyataan yang ada dan menjadi ciri objek itu.

 

Dalam penulisan bentuk deskripsi, tidak harus panjang yang justru cenderung banyak menggunakan pengulangan kata-kata. Pada akhirnya justru pembaca  akan digiring pada suatu kejenuhan. Karenanya penulis dalam mendeskripsikan objek-objek harus secara detail sesuai kondisi peristiwa dan  objek yang ditonjolkan.

Adapun syarat-syarat atau ketentuan tugas penulisan :

 

  1. Materi naskah tentang objek wisata, pegelaran atau kegiatan seni budaya, upacara tradisi atau berbagai hal yang berkenaan dengan seni, budaya dan pariwisata.
  2. Naskah harus orisinil, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan (berdasarkan pengalaman).
  3. Belum pernah dilombakan atau dipublikasi
  4. Ditulis dalam Bahasa Indonesia
  5. Diketik dalam program MS Word for Windows, huruf Times New Roman 12pt, spasi ganda, kertas A4
  6. Panjang tulisan 6 hingga 10 halaman
  7. Naskah dikirim dalam bentuk hasil print-out dan cd atau dikirim langsung
  8. Sertakan nama dan alamat lengkap berikut daerah utusan. (Mkjbr 03)